Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Biasakan Anak Membereskan Mainannya Sendiri

Sering menyaksikan rumah seperti ‘kapal pecah’ setiap kali anak Mom usai bermain? Ya, namanya juga anak-anak, mereka ingin segala sesuatunya fun dan belum mengerti betul, bahwa setelah bersenang-senang mainannya mesti dibereskan.

Featured Story

Hentikan Kebiasaan Berteriak Sejak Dini dengan Tips Ini

Meski begitu, bukan berarti perilaku tersebut harus dimaklumi terus. Anak-anak juga bisa dilatih untuk disiplin membereskan semua mainannya usai digunakan. Menurut Charlie Taylor, penulis buku The Secrets to Having a Much Better Behaved Child, penugasan-penugasan kecil untuk anak bahkan bisa dimulai sejak ia berusia 3 tahun.


Inilah yang perlu Mom lakukan agar anak Mom disiplin membereskan mainannya sambil tetap merasa enjoy seperti saat ia menikmati permainannya.

 

  1. Tunjukkan caranya, lakukan sambil bersenang-senang
    Ini merupakan langkah awal yang berguna untuk memberinya contoh nyata. Mom bisa membantunya mengerjakan beberapa pekerjaan seperti mengembalikan buku yang berserakan ke rak, dan dapat menugaskannya untuk mengembalikan balok mainan ke tempatnya. Agar sama fun-nya dengan saat bermain, ciptakan suasana riang dengan mendengarkan alunan musik. Lalu, berlomba siapa yang lebih dulu selesai membereskan mainan sebelum musiknya habis.

  2.  

     

  3. Beri kemudahan
    Mom juga harus memberi kemudahan kepada anak Mom untuk dapat mengambil mainannya sendiri sekaligus, merapikannya jika telah selesai dimainkan. Ini dapat membuat anak mandiri dan disiplin. Kemudian, beri nama pada kardus atau kotak mainan. Dengan cara ini, ia jadi tahu mana mainan yang harus diletakkan di kotak biru bertuliskan "Boneka", kotak merah bertuliskan "Lilin", dan sebagainya. Latih konsekuensi dan tanggung jawab.

    Walau beberapa kali sudah teratur, namun Ada kalanya anak Mom kembali malas membereskan mainannya. Saat itu terjadi, Mom bisa membuatnya belajar arti tanggung jawab dan konsekuensi. Misalnya dengan menyembunyikan mainannya di tempat tertentu. Bila ia menanyakannya, katakan saja bahwa mainannya diambil oleh ‘peri mainan’ yang marah kepadanya karena tak mau membereskan mainan. Lalu, minta ia berjanji untuk tidak mengulanginya.

  4.  

     

  5. Beri pujian
    Penting, nih, Mom. Ini adalah bentuk apresiasi terbaik yang anak butuhkan bila ia berperilaku baik. Perlahan, cara ini juga membantu anak untuk bangga bila melakukan kebaikan.

       

Lily Aguslianawaty
Ajarin tanggung jawab sejak awal
Yuliana Yoeli
makasih info nya
Explore More

"Ma, Aku Bisa Mandi Sendiri!"

Tips & Trick- 03 Feb 2016

Merawat Anak Sakit di Rumah

Article- 24 Mar 2015

Jika Balita Suka Berteriak

Article- 12 Feb 2014