Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Ibu Rumah Tangga Atau Wanita Karier Demi Quality Time Bersama Keluarga?

Ketika mom menikah dan lahirlah bayi mungil yang menggemaskan dan polos, lalu dilema untuk mengubah profesi dari wanita karier menjadi ibu rumah tangga biasanya muncul setelah jatah cuti 3 bulan habis. Atau ketika bayi ini telah tumbuh menjadi anak dan mulai muncul beragam persoalan yang membuat mom berpikir. Seperti susahnya mencari orang yang bisa kita percaya untuk menitipkan anak-anak, perasaan kasihan karena anak sering pindah lokasi penitipan mulai dari nenek hingga kakak mom atau ketika anak mulai menginjak usia sekolah si kecil sering bertingkah di sekolah. 

Featured Story

Membentuk Kelompok Belajar Anak

Walau era modern memungkinkan untuk wanita berkarier setinggi langit, namun tugas seorang ibu adalah membesarkan anak-anak. Yang maha kuasa menghadirkan Anak  dalam kehidupan mom dan dad sebagai "titipan" dan tidak semua orang tua diberi kepercayaan untuk diberikan keturunan. Lalu keputusan apa yang sebaiknya mom ambil?

 

Dilema

Ketika pilihan ini muncul, timbulah berbagai pertanyaan. Apa yang akan saya lakukan ketika saya sudah berhenti kerja? Apakah tidak bisa saya tetap produktif dan membesarkan anak-anak dalam waktu bersamaan? Lalu apakah nanti saya akan menjadi wanita tidak produktif yang kerjanya ngerumpi di sekolah anak membicarakan topik gosip terkini?  Ihhhh enggak banget. Lalu sayang banget ilmu yang saya dapatkan setelah menjadi sarjana, tidak digunakan. Lalu bagaimana dengan nasib karier yang telah saya bangun bertahan-tahun? Rugi sekali sepertinya melepaskan perjuangan meniti karier beserta fasilitas yang saya dapatkan selama ini.

 

Memilih menjadi wanita karier atau ibu rumah tangga?

Kedua profesi ini bias mom pilih atau jalani secara bersamaan. Namun segalanya mempunyai konsekuensi serta nilai plus minus. Biasanya para mom yang menjalani kedua profesi ini secara berbarengan merasa keteteran di salah satunya.

Beberapa wanita tetap memilih "karier" dengan beragam alasan. Mulai dari takut akan 1 income berbanding dengan 2 income, predikat ibu rumah tangga kurang bergengsi hingga keinginan untuk berkarier hingga ke top level manajemen dan dikenal sebagai seorang profesional di bidangnya sambil berusaha semaksimal mungkin membesarkan anak-anak. 

Dan ada juga wanita yang memilih profesi "ibu rumah tangga" dengan alasan quality time dengan keluarga serta keinginan untuk lebih terlibat dalam proses tumbuh kembang  anak sehingga dia rela menekan ego dan berbesar hati untuk memilih profesi ini. Sebuah profesi 24 jam 7 hari seminggu non stop di sebuah perusahaan bernama suami dengan anak sebagai anggota tim kerja mom. Reward tidak datang secara instan seperti mom menerima gaji setiap bulan ketika mom berkarier, namun ini adalah long term investment.  Dimana ini sebuah keputusan yang tidak mudah dan membutuhkan keberanian besar serta kelapangan dada.

 

Wanita karier

Segudang aktivitas serta penghargaan sebagai bentuk apresiasi mom dapatkan dengan menjalani karir di kantoran. Belum lagi kesempatan untuk bertemu beragam pribadi orang dengan latar belakang ilmu yang berbeda-beda, merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Ketika sebuah proyek mulai mendekati deadline, adrenalin pun terpacu dan ketika ucapan selamat mom terima dari atasan dan kolega adalah segelintir " reward"  yang mom dapatkan dari keberhasilan. Tidak di pungkiri, terdapat rasa bangga serta puas secara pribadi ketika "goal" tersebut tercapai.

 

Ibu rumah tangga

Profesi yang di sandang secara penuh waktu dan tidak lagi paruh waktu membuat tidak sedikit mom yang mengalami syok pada awalnya. Bayangkan ketika setiap bangun pagi, mom tidak mempunyai dead line yang harus dikejar , atau berkejaran dengan kemacetan untuk mencapai kantor, sebuah alasan untuk mengulaskan lipstick di bibir mom serta mengenakan baju serta tas yang matching. 

Sebuah pilihan profesi yang membuat mom minim interaksi dengan orang dewasa lainnya, dan diganti  interaksi dengan mahluk mungil yang menerima mom apa adanya (term and condition not applied). Belum lagi segudang kesabaran dan kepintaran seorang guru, kejelian seorang administrator dan manager keuangan, kelincahan seorang manager hubungan masyarakat, kehebatan seorang koki, sekaligus menjadi seorang event organizer merangkap host yang membutuhkan aura pesona tingkat tinggi sebagai skil yang dibutuhkan unt menjalani job description profesi ini. Dan reward berupa pelukan mesra dari tangan mungil serta 10 ciuman di seluruh muka dari anak-anak diselingi tawa riang mereka setiap saat.

 

Lalu apakah pilihan terbaik?

Pilihan terbaik hanya mom dan suami yang bisa memutuskan. Diskusikan dengan suami hal-hal yang menjadi “ganjalan” di hati dan pikiran mom, serta ikuti kata hati sambil melihat situasi perkembangan anak. Karena pada akhirnya setiap mom akan mengalami persimpangan ini dan yakinlah bahwa keputusan terbaik akan mom ambil demi anak. Memilih profesi ibu rumah tangga diperlukan kerelaan hati dalam menekan ambisi pribadi serta eksistensi pribadi dari banyak orang dan digantikan dengan berkarier dalam ruang lingkup rumah tangga yang terdiri dari anak serta suami dengan anggota tambahan pembantu rumah tangga.

Namun apakah yang terjadi ketika menjadi ibu rumah tangga? Adrenalin mom juga terpicu ketika mom harus menyelesaikan serangkaian tugas sekolah anak yang terdiri dari rumus fisika dan kimia dalam bahasa Inggris atau mondar mandir jemput anak sekolah dan belanja ke supermarket bersama bayi umur 5 bulan yang mengikuti semua kegiatan mom karena pembantu rumah tangga mom baru saja resign. Dan reward dari semua tenaga serta pikiran yang tercurah untuk anak-anak adalah canda tawa kakak beradik selama perjalanan hidup 

Lina Marliana
menurutku, klo kedua profesi itu bisa kita perankan secara seimbang tanpa harus mengorbankan satu sama lain terutama keluarga why not ?
Maria Ulfa
^_^
Explore More

Perilaku Prososial Anak-Anak Pra-Remaja

Article- 30 Oct 2014

Enggan Bergaul dengan Tetangga? Coba Kiat...

Article- 23 Nov 2017

Apresiasi Antara Kakak dan Adik dan...

Article- 02 Sep 2014