Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Jika Anak Mulai Suka Bermain dengan Teman di Lingkungan Rumahnya

Banyak orangtua yang akan merasa senang jika anaknya memiliki banyak teman bermain , kita merasa bahwa anak kita mudah bergaul dengan teman-teman sebayanya. Tetapi tidak sedikit orangtua yang merasa resah jika anaknya terlalu gampang bergaul, khawatir jika anaknya akan bergaul dengan teman-teman yang akan membawa dampak negatif.

Featured Story

Asupan Alami Ini Efektif Menaikkan Trombosit Anak

 

Jadi Mom, sebenarnya usia berapa anak siap bermain di luar lingkungan rumahnya dan apa yang harus kita siapkan agar si kecil mudah bergaul? Pada umur awal masuk sekolah dasar sekitar 6 tahun, Beberapa anak mulai senang bermain dengan teman sebaya yang tinggal di lingkungan tempat tinggalnya. Bermain di luar dapat memberi kesempatan pada anak untuk keluar dari suasana atau situasi rutin sehari-hari di dalam rumah, yang sangat berguna dalam mengatasi kejenuhan dan penurunan semangat anak dalam beraktivitas. Manfaat lain yang dapat diperoleh anak dari bermain di luar adalah anak akan memiliki kesempatan untuk belajar keterampilan sosial seperti berkenalan dengan orang /anak lain, dan belajar berkomunikasi.

 

Sebagai orangtua, hendaknya tetap perhatikan keamanan anak saat bermain di luar. Misalnya jangan sampai anak bermain di jalan raya yang ramai, bermain api atau bahan-bahan kimia yang berbahaya, serta memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya atau Mom tahu pasti dengan siapa dia bermain. Ketika bermain tentukan jam mainnya, misal: Pk 16.00 - 17.00 sehingga ketika anak tidak pulang pada waktu yang telah di sepakati, maka Mom dapat mencari ke rumah teman tersebut.

 

Dalam bermain di luar rumah, perlu juga diajarkan kepada anak beberapa aturan-aturan dan disiplin-disiplin sehingga mudah bagi anak untuk membedakan mana yang boleh dan tidak. Ia perlu mengenal dan mengikuti norma dan nilai-nilai yang berlaku bukan hanya dalam keluarganya tetapi juga dalam masyarakat di lingkunganya. Misalnya anak tidak sengaja menabrak bemper mobil tetangga ketika naik sepeda, dia harus melapor kepada Mom dan meminta maaf kepada yang punya mobil. Selesai bermain, ajak anak ngobrol tentang kegiatan bermainnya sehingga anak pun melihat Mom antusias dan mendukung kegiatan bermainnya.

Vonny Kurniati
Thank you infonya^^
Suni Maryanti
terima kasih infonya min
Explore More

Waspadai Gaya Asuh Overprotective

Article- 20 Oct 2015

Serunya Calistung: Belajar sambil Bermain

Article- 13 Apr 2015

Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

Article- 16 Mar 2015