Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Kecil-Kecil Sudah Pacaran? Yuk Berikan Pengertian Pada Anak

Generasi Mom mungkin seperti yang digambarkan di film Dilan 1990, baru mengenal pacaran saat duduk di bangku SMA. Tapi kini, anak-anak yang usianya masih muda pun mulai merasakan ketertarikan pada lawan jenis seusianya. Menurut Aron Janssen, M.D., dari NYU Child Study Center, anak mulai mengerti perbedaan gender dan mencoba peran “pacar”, seperti mereka bermain menjadi guru atau koki. Jangan langsung ditertawakan atau dimarahi, Mom, yuk berikan pengertian pada anak lewat tips-tips berikut ini.

Featured Story

Bantu Anak untuk Mandiri Mengerjakan Tugas Sekolahnya

  1. Bersikap Tenang
  2. Saat anak memberitahu jika ia sudah punya pacar, Mom pasti akan sangat terkejut. Namun hindari reaksi berlebihan dan bersikap tenang, kemudian tanyakan apakah anak mengerti arti dari berpacaran. Tanyakan dengan nada lembut tapi tegas, supaya anak mau terbuka dan bukan menghindar. Jika Mom menanggapi dengan reaksi marah, galak, atau meremehkannya, itu bisa menjadi pemicu anak untuk pacaran diam-diam atau berbohong.

  3. Memberikan Pemahaman
  4. Penting bagi Mom untuk memberikan penjelasan yang sesuai dengan kematangan emosional tentang apa itu pacaran. Tanyakan pada anak apa maksudnya berpacaran, karena menurut Paul Donahue, PhD, penulis Parenting Without Fear, adalah suatu hal yang normal untuk anak-anak kecil menganggap duduk bersama saat makan atau bergandengan tangan sebagai pacaran.

    Arahkan pada anak-anak bahwa apa yang ia rasakan merupakan persahabatan dengan orang yang mereka rasa istimewa. Mom tidak perlu merasa khawatir kecuali pertemanannya itu berubah menjadi terlalu eksklusif atau posesif.

  5. Menentukan Batas Saat Berteman dengan Lawan Jenis
  6. Selain memberikan pengertian dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak, jelaskan juga batasan-batasan saat berteman dengan lawan jenis. Sesuaikan dengan gaya pengasuhan anak dan tidak ada salahnya memberi kesempatan pada anak-anak untuk membuat kesepakatan.

    Buat batasan seperti tidak pergi berdua tanpa pengawasan orang tua, ingatkan untuk tidak chatting saat belajar atau hingga melewati jam tidurnya. Jangan lupa untuk mengingatkan anak agar memprioritaskan sekolah, keluarga, atau teman-temannya dan sebaiknya ia tidak menggunakan alasan berpacaran hanya untuk ikut-ikutan.

  7. Memantau Pergaulannya
  8. Biasanya anak mulai mengenal istilah pacaran dari lingkungan sekitarnya atau dari media yang dilihat maupun didengarnya. Oleh karena itu, penting bagi Mom untuk menyaring media mana saja yang baik bagi anak, mulai dari tontonan, bacaan, musik, games, hingga media sosial.

    Perhatikan juga teman-teman sebaya anak Mom, jika mulai melewati batas misalnya pergi berduaan, membolos demi pergi bersama teman spesial, hingga ciuman, sebaiknya bicarakan masalah ini dengan guru atau pihak lain di sekolah.

    Walau terdengar lucu, anak-anak yang mengaku berpacaran jangan dianggap remeh, ajak bicara dari hati ke hati agar terhindar dari pergaulan yang kurang baik.

Explore More

Kompaknya Keluargaku!

Article- 14 Jul 2015

Bersama Menjaga Kesehatan Keluarga

Tips & Trick- 14 Jul 2015

Waspadai Tanda-Tanda Stres pada Anak

Article- 11 Jul 2018