Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Mengajarkan Empati Pada Anak

Jika semua manusia saling kasih mengasihi dan peduli satu sama lain, alangkah indahnya hidup ini. Bagaimaana jika mom sebagai orang tua mengajari anak sedari dini untuk empati kepada orang lain. Misalnya ketika ada sahabatnya yang sakit atau dirawat karena sakit, ajaklah anak untuk menjenguk dan mintalah dia untuk menghibur temannya tersebut agar teman tersebut menjadi semangat dan mempunyai kekuatan untuk melawan penyakitnya.  Atau ketika mom sedang mengandung, ajari anak untuk menyayangi adiknya dengan mengajak bicara dan membelai perut mom. 

 

Anak-anak jika diajari bagaimana menghibur orang lain yang sedang bersedih, menolong orang yang kecelakaan atau turut bergembira ketika temannnya mendapat prestasi, kelak dia akan tumbuh menjadi pribadi yang matang dan dapat mencegah orang lain berprilaku buruk. Sehingga kejahatan di dunia pun akan semakin berkurang. Mempunyai anak yang cerdas secara emosi juga diperlukan demi kemajuan dia di masa depan. Kadang dalam hidup, orang yang pintar menyikapi hidup lebih survive dari pada orang yang cerdas dalam hal akademik. 

 

Mengasah empati bisa dilakukan oleh mom sejak umur 1 hingga 3 tahun. Batita yang masih sulit memahami perasaanya sendiri, apa yang dia mau, menterjemahkan apa yang dia rasa, lalu diminta untuk memahami perasaan orang lain. Memang sulit dan menantang, namun bukanlah tidak mungkin. Pada usia ini, anak sedang memahami, mengenal dan berekasi terhadap lingkungan sekitar. Eksplorasi, observasi lalu meniru tingkah laku orang dewasa mulai berkembang. Saat inilah mom dapat memasuki nilai empati, agar dia juga mempelajari bersikap dan memahami perasaan orang lain. 

 

Salah satu pengarang buku tentang kecerdasan emosional, Daniel Golemen mengarang buku Emotional Intelligence: Why it can Matter more than IQ memaparkan bagaiman meningkatkan kecerdasan emosional anak sehingga mereka dapat meraih kesuksesan, kebahagian dalam setiap aspek kehidupan di masa mendatang. Kecerdasan emosi terdiri dari lima karakteristik. 

 

1. Kesadaran diri : yaitu mengenal diri sendiri dan mengetahui perasaan orang lain seperti perasaan mom dan dad, kakaknya atau eyang, mengetahui apa yang dia suka serta inginkan dan menyelaraskan nya dengan kebutuhan orang lain. Diharapkan ketika anak tumbuh dewasa, dia akan bisa mengambil keputusan penting dalam hidupnya tanpa menyakiti perasaan orang lain.

 

2. Mengelola perasaan : Ini melibatkan menangani emosi seperti marah, cemas, dan frustrasi. Ketika anak mampu menghadapi dan melewati masa-masa tantrum dengan baik, adalah salah satu contoh anak telah mampu mengelola perasaan. Anak-anak perlu belajar bahwa emosi memiliki fungsi dan perlu dikelola secara efektif. Bagaimana bangkit kembali dari kegagalan dan menyelesaikan masalah secara baik. 

 

3. Motivasi diri : Motivasi mempunyai andil dalam mencapai keberhasilan hidup. Kemampuan memotivasi diri melibatkan pengendalian diri, tidak mudah merasa puas, tekun dan mampu mengendalikan impulsif.  Sebagai orangtua, mom dapat memberikan motivasi berupa kalimat positif seperti “Mom percaya sama kamu” atau “Mom bangga sama kamu” atau “what a good problem solving”.

 

4. Empati : kemampuan untuk mengenali emosi orang lain dan menunjukkan kepedulian pada keaadan orang lain. Momen bulan Ramadhan dapat mom manfaatkan untuk anak-anak merasakan bagaimana rasanya anak seumuran mereka yang sering merasa kelaparan atau haus karena tidak punya uang untuk makan. Hal ini dapat mendorong anak untuk mengembangkan moralitas serta rasa kepedulian terhadap sesama. Niscaya mereka pun akan lebih mudah bersyukur atas apa yang mereka punya dan mensyukuri nikmat karunia dari Tuhan.

 

5. Kemampuan membina hubungan : seperti kemampuan bersosialisasi, menambah teman, menjadi pemimpin, belajar untuk berkompromi, memecahkan masalah, dan menyelesaikan konflik. Anak-anak yang dibina dengan baik akan tumbuh menjadi kepribadian yang bersikap tegas, bisa berkomunikasi dengan baik, mudah diajak kerja sama, berani meminta maaf ketika salah dan mampu memaafkan kesalahan orang lain serta berselera humor tinggi. 

Mia Triana
harus kita ajarkan dari dini
Mia Triana
makasih infonya
Explore More

Membuat Itinerary Bersama Anak

Tips & Trick- 16 Dec 2013

Bolehkah Anak Bermain Hujan?

Article- 23 Sep 2016

Jangan Sembarangan Berikan Antibiotik...

Article- 28 Nov 2017