Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Mom, Kenapa Aku Harus Belajar?

Saking senangnya bermain, kadang anak bisa lupa waktu. Kalau sudah begitu, biasanya Mom bingung, nih, bagaimana cara memperkenalkan betapa pentingnya belajar. Sebab, anak-anak umumnya menganggap kegiatan belajar adalah sesuatu yang sangat membosankan.

Featured Story

Anak Supel Rentan Gangguan, Dorong untuk Berani Lapor

Padahal pada masa pertumbuhan, otak anak sedang berkembang pesat. Karena itu sebaiknya Mom mulai mengenalkan pendidikan pada anak sejak dini agar dapat tumbuh secara maksimal. Yuk, beri penjelasan sederhana mengapa ia harus bejalar.

  1. Mengenalkan anak akan tujuan belajar
    Prinsipnya, tujuan belajar tentunya agar ia memperoleh ilmu dan pengetahuan untuk membuatnya berdaya dan mandiri menjalani di kemudian hari. Iya, kan? Namun anak-anak akan lebih mudah untuk menerima konsep yang sederhana, tidak ribet, namun dengan imajinasi khas anak-anak.

    Katakan kepadanya, kalau ia rajin belajar ia akan dapat menciptakan aneka gadget canggih seperti milik Batman, misalnya. Atau, membuat pesawat antargalaksi seperti dalam film Star Wars. Dengan stimulan yang dekat dengan kesehariannya, dan ia anggap keren, menjadi langkah awal mengenalkan sekaligus mendorong dirinya untuk mau belajar. Nantinya secara bertahap ia akan memaknai sendiri tujuan belajar yang lebih riil.

  2. Manfaat dari belajar banyak hal
    Anak-anak mungkin belum tahu manfaat dari pentingnya belajar, bahwa dengan belajar akan memperoleh banyak hal dari dunia ini. Salah satu cara untuk memberi tahu manfaat belajar pada anak-anak yaitu menanyakan cita-citanya kelak. Berikan pengertian bahwa untuk mencapai cita-citanya itu, ia harus belajar. Tanamkan pada diri anak Mom bahwa manfaat dari belajar adalah bisa menjadi orang yang hebat dan berguna bagi orang banyak.

  3. Rugi bila tidak mau belajar
    Beri juga pengertian, kalau anak Mom tidak mau belajar akan banyak kerugian yang dia dapat ketika dewasa. Selain akan kesulitan untuk menggapai cita-citanya, ia bahkan mungkin saja tidak dapat menikmati lagi apa yang ia miliki sekarang. Tidak mengapa memberi sedikit ketakutan pada dirinya bila tidak belajar, daripada menurutinya tidak mau belajar yang malah akan merugikan dirinya sendiri di masa depan.

  4. Disampaikan tanpa nada menuntut
    Ingat juga, ya, Mom, jangan sampai keinginan Mom agar anak belajar dengan baik malah terkesan menuntut. Sebuah tuntutan akan terasa berat untuk anak Mom pikul. Dalam hal ini, ia akan terasa berat untuk bergerak buat belajar. Lebih baik beri ia pujian atau penghargaan jika ia belajar dengan baik agar lebih termotivasi.
Yuliana Yoeli
makasih info nya
Devy Listyarini
nice info
Explore More

Saatnya Bermain Bersama Teman!

Article- 03 Feb 2016

5 Rambu Anak Bermain-main di Dapur

Article- 06 Dec 2016

Trik Hemat Lengkapi Kotak P3K di Rumah

Article- 15 Dec 2017