Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Ajari Disiplin pada Anak, Step by Step

Terkadang ada kerancuan memaknai disiplin terhadap anak. Ada orang tua yang menghukum anaknya dengan alasan tengah mengajari anaknya disiplin. Padahal disiplin tidak identik dengan hukuman. Disiplin bukan tentang mengendalikan anak, sebaliknya disiplin adalah tentang mendidik anak belajar mengendalikan dirinya sendiri.

Featured Story

Haruskah Anak Ikut Les?

“Disiplin adalah tentang membimbing dan mengajar anak-anak kita. Bukan tentang hukuman atau kemarahan,” kata Scott Wooding, seorang psikolog anak di Calgary yang juga penulis buku The Parenting Crisis. "Disiplin hanyalah cara membantu anak-anak belajar memahami makna benar dan salah, dan menjaga mereka tetap aman."

Disiplin diri membantu anak-anak menunda kepuasan, melawan godaan yang tidak sehat, dan mentolerir ketidaknyamanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka. Mulai dari memilih mematikan video game untuk mengerjakan pekerjaan rumah, hingga menolak cookie tambahan ketika Ibu tidak melihat. Disiplin diri adalah kunci untuk membantu anak-anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

Penting dalam memberi anak-anak keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan disiplin diri serta kesempatan untuk berlatih membuat pilihan yang baik. Berikut tujuh langkah untuk membantu anak belajar disiplin.

 

1. Berikan struktur

Buatlah jadwal harian untuk anak agar ia terbiasa dengan rutinitas. Ketika dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan, dia akan cenderung tergoda (tergoda atau tidak tergoda?) oleh kegiatan lain.

Rutinitas pagi yang baik membantu anak-anak tahu kapan saatnya membereskan tempat tidurnya, sarapan, menyisir rambut, menyikat gigi, dan berpakaian.

Rutinitas sepulang sekolah mengajarkan anak-anak bagaimana membagi waktu mereka antara tugas, pekerjaan rumah, dan kegiatan lain yang menyenangkan. Plus rutinitas tidur yang konsisten akan membantu anak-anak tenang dan tertidur lebih cepat.

Jaga irama sederhana ini, anak akan belajar menerapkan rutinitas tanpa bantuan Anda.

 

2. “Kenapa harus, Ma?”

Jelaskan alasan di balik aturan yang Anda terapkan, hindari sikap otoriter. Misalnya saat anak bertanya mengapa ia harus mengerjakan PR nya segera.

"Kerjakan pekerjaan rumah kamu sekarang." Tanpa penjelasan.

Lebih baik katakan, "Ayo kerjakan PR sekarang. Lebih cepat lebih baik. Setelah selesai, kamu jadi banyak waktu luang."

Ini membantu anak memahami alasan yang mendasari aturan orang tuanya, bukan sekadar perintan dan kerjakan. Tapi jangan terlalu panjang lebar juga, itu akan sangat membosankan.

 

3. Beri konsekuensi

Aidil sudah beberapa kali lupa membawa PR-nya saat berangkat ke sekolah. Ia tidak akan belajar jika sang Mama selalu mengantarkan PR-nya ke sekolah. Biarkan Aidil menerima konsekuensinya, misalnya menerima teguran guru, atau hukuman. Ini akan membuat efek jera.

Contoh lain Nayla yang kesulitan bangun pagi, lalu terlambat sampai di sekolah. Ia sadar diri, mungkin perlu tidur lebih awal di malam hari.

Perlu diingat bahwa anak perlu belajar bagaimana membuat keputusan sendiri, ia belajar hukum sebab akibat.

 

4. Satu langkah pada satu waktu

Disiplin diri adalah proses yang membutuhkan waktu lama untuk mengasah dan memperbaikinya. Gunakan strategi disiplin yang sesuai usia untuk membentuk perilaku satu langkah pada satu waktu (one step at a time).

Alih-alih mengharapkan seorang anak berusia 6 tahun tiba-tiba dapat melakukan seluruh rutinitas paginya tanpa pengingat apa pun. Cobalah sedikit kreatif, misalnya dengan membuat bagan berbentuk karikatur lucu yang ditempel di dinding, misalnya gambar anak menyisir rambut, menyikat gigi, dan berpakaian. Ayo buat gambar-gambar lucu dan unik lainnya, untuk mengingatkan anak.

 

5. Beri pujian saat anak berperilaku baik

Berikan pujian ketika anak-anak melakukan sesuatu tanpa membutuhkan pengingat.

 

6. Ajarkan anak bagaimana memecahkan masalah

Mengajarkan keterampilan memecahkan masalah terkait kewajiban yang harus ia jalankan. Misalnya bagaimana caranya anak bisa on time ke sekolah. “Hmm…berarti aku harus menyiapkan buku dan baju sekolah sebelum tidur.” Nah, ini hanya contoh kecil.

Terkadang mungkin anak butuh ngobrol dengan ayah atau ibu untuk masalah lainnya. Ayo ibu, sediakan waktu.

 

7. Ayah, Ibu, jadilah model yang baik

Anak adalah peniru yang ulung! Mereka belajar dari orang dewasa di sekitarnya. Jika anak melihat Anda memilih asik menonton TV sementara meja makan berantakan, ia akan mengikuti kebiasaan Anda.

Hati-hati dengan perilaku Anda. Jangan sampai orang tua menjadi role model yang kurang baik.

 

8. Berikan hadiah kejutan, sesekali

Hargai sikap dan perilaku anak. Bayangkan anak prasekolah yang ‘berjuang’ tidur sendirian tempat tidurnya. Ia berusaha disiplin mengikuti bagan stiker untuk memotivasi dirinya.

Berikan hadiah sesekali sebagai kejutan manis untuk anak.

 

Referensi:

https://www.todaysparent.com/kids/preschool/discipline-guide/

https://communityhealth.mayoclinic.org/featured-stories/child-discipline

https://www.verywellfamily.com/importance-of-teaching-kids-self-discipline-1095017

 

Explore More

Tips Menghindari Anak Dari Pelecehan...

Tips & Trick- 12 Sep 2013

Dengarkan Pendapat Anak

Tips & Trick- 25 Nov 2014

Kurangi kata-kata negatif ketika melarang...

Article- 22 Nov 2011