Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Haruskah Anak Ikut Les?

Kekhawatiran orangtua dalam hal ini tentunya bukan sesuatu yang aneh atau baru. Semua orangtua tentu ingin anaknya berhasil meraih cita-cita mereka. Les atau pelajaran tambahan hanyalah sebuah tools untuk membantu anak mengejar ketertinggalan atau memberi latihan tambahan agar anak lebih menguasai materi pelajaran di sekolah.

Featured Story

Disiplinkan Anak dengan Konsep Punishment and Reward? Pertimbangkan Hal-Hal Berikut Ini

 

Orangtua adalah guru pertama anak

Anda adalah guru pertama anak. Ketika anak-anak yang lebih kecil, misalnya usia TK atau SD mengalami kesulitan belajar, cobalah luangkan waktu untuk mengajarinya. Misalnya kala anak hampir lulus TK tapi belum bisa membaca, Anda dapat mengajarinya membaca setiap hari walaupun durasinya hanya beberapa menit.

Namun jika berhadapan dengan beberapa kondisi berikut ini, memberi les pelajaran mungkin perlu dipertimbangkan:

  • Anak tetap tak dapat mengejar ketertinggalannya walaupun Anda sudah membantu.
  • Anda tak memiliki waktu yang cukup leluasa untuk membantu anak belajar di rumah.
  • Nilai rapot anak selalu buruk dan guru juga menyarankan untuk memberikan les tambahan pada anak, untuk membantunya memahami materi pelajaran dengan lebih baik.

 

Seusaikan les dengan minat dan bakat anak

Selain les pelajaran, ada juga les jenis lain yang sifatnya untuk meningkatkan keterampilan anak, misalnya les bahasa asing, musik, menari, menggambar, dan lain sebagainya. Semua les ini baik untuk diikuti anak selama Anda juga memperhatikan hal berikut:

  • Anak menyukai kegiatan yang diajarkan pada les tersebut, artinya sesuai dengan minat dan bakatnya.
  • Ia tak keberatan atau merasa terpaksa untuk mengikuti les walaupun itu berarti mengurangi waktunya untuk bermain.
  • Anda masih dapat mengawasi kegiatannya di tempat les, bahkan berdiskusi dengan guru pengajarnya mengenai perkembangan anak.
  • Perhatikan juga waktu istirahatnya, jangan sampai anak kelelahan dan tidak konsentrasi pada hal lain, terutama dalam bidang akademik.

 

Les yang mengembangkan bakat anak ini baik karena dapat menstimulasi kemampuan lain dalam dirinya. Contohnya saja les musik atau piano, seorang peneliti bernama John Gabrieli dari Massachusettes Institute of Technology di Amerika Serikat bahkan menemukan bukti mengajarkan musik pada anak dapat mengembangkan kemampuan bahasanya.

 

Hentikan jika anak sudah tak menikmatinya

Walaupun Anda begitu ingin anak berhasil, namun ingatlah bahwa yang menjalankan semua kegiatan les tersebut adalah anak. Lakukan selalu diskusi dengan anak mengenai jadwal dan jenis les yang ia ikuti serta alasannya. Jangan jadikan ia ‘proyek keberhasilan’ Anda saja, tanpa menerima masukan darinya.

Sebaiknya, segera hentikan les jika anak memperlihatkan tanda-tanda berikut:

  • Anak sering menolak les, bahkan marah atau menangis kala diingatkan. Mungkin ada masalah di tempat les di mana Anda juga perlu berdiskusi dengan pengajarnya.
  • Ia kelihatan sering lelah atau tak bertenaga setelah les. Mungkin ia hanya tak ingin Anda kecewa walaupun sebenarnya ia tak suka mengikuti les tersebut.
  • Nilai anak tak mengalami kemajuan, mungkin ia tak cocok dengan guru les atau sistem ajar di tempat les tersebut. Anda perlu menemukan strategi lain yang lebih cocok untuknya, misalnya les privat.
  • Ketika les keterampilan membuat anak terlalu sibuk. Ini membuat anak tidak terlalu berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah sehingga nilai akademiknya malah menurun.

 

Selalu dukung anak untuk mencapai potensinya yang optimal, juga jaga terus kesehatannya agar ia terhindar dari berbagai penyakit ya, Bunda. Jika anak terserang batuk dan flu, berikan OBH Combi Anak Batuk Plus Flu untuk meredakan batuk dan gejala flu.

 

Referensi:

Explore More

Quality Time Melalui Bermain

Article- 24 Apr 2013

Waspadai Datangnya Musim Pancaroba Dengan...

Article- 19 Nov 2013

Empati Di Usia Pra-Remaja

Article- 26 Sep 2014