Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Belajar Melalui Field Trip

 

Featured Story

Waspadai Penyakit Khas di Musim Hujan

Melihat, mengamati, dan merasakan langsung akan suatu hal akan lebih menyenangkan bagi anak untuk belajar. Bukan sekedar piknik, kunjungan edukasi (field trip) adalah metode yang memberi pengalaman pada anak, hingga minat belajar dan wawasannya lebih berkembang.

 

 

 

Menarik untuk Siapa Saja

 

Untuk usia pra sekolah, selain memberi variasi metode penyampaian, kegiatan kunjungan edukasi akan lebih menarik perhatian anak untuk belajar.  Seperti setiap kali diajak jalan-jalan, anak-anak pasti akan antusias. Meski objek yang akan dikunjungi bukan hal aneh untuk mereka, karena mungkin sudah sering mereka lihat dari media seperti buku atau TV, tapi bisa melihat langsung akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan untuk mereka. 

 

 

 

Biasanya sekolah swasta sudah memasukkan jadwal kunjungan edukasi dalam program belajar-mengajarnya, minimal satu kali setiap semester. Bahkan untuk konsep sekolah alam, kunjungan edukasi bisa dilakukan hampir setiap hari. Tapi untuk sekolah-sekolah negeri memang tidak banyak memasukkan kunjungan edukasi dalam jadwal kegiatan tahunan. 

 

 

 

Nah, di sini lah Mom dan Dad dituntut lebih aktif dan kreatif. Mom dan Dad bisa mengajak anak belajar dalam suasana berbeda, tak hanya di dalam kelas. Selain bersifat edukatif, kegiatan semacam ini juga memperkuat bonding antara orangtua dan anak. 

 

 

 

Tak Harus Jauh, Tak Perlu Mahal

 

Kunjungan edukasi tak perlu selalu jauh atau mahal, Mom. Berkunjung ke rumah teman sekelas, misalnya, bisa dimasukkan dalam tema pengenalan profesi orangtua dan bermain peran. Orang tua murid dengan berbagai latar belakang pendidikan dan profesi adalah materi utamanya, misalnya dokter, pengacara, pengusaha rumah makan, dan lain-lain. 

 

 

 

Bila memungkinkan, persiapkan aktivitas interaktif dengan media sederhana agar anak-anak mengenal profesi yang sedang dipelajari. Bisa juga diadakan kegiatan bermain peran, misalnya anak-anak diajak untuk bermain jual-beli, berperan sebagai chef atau penyiar radio, dan sebagainya, pasti seru!

 

 

 

Contoh tujuan field trip yang lain adalah:

 

1. Kantor pemerintahan

 

Bisa dimanfaatkan untuk pengenalan materi sosial dan organisasi. Mulai kantor kelurahan, kecamatan, walikota, kantor polisi sektor, atau kantor pemadam kebakaran. Di sana ada banyak kegiatan yang dapat dilihat dan diamati anak-anak, seperti struktur pekerjaan dan cara kerja masing-masing divisi.

 

2. Perkebunan atau peternakan

 

Berbagai materi pengetahuan alam bisa anak dapatkan dari kunjungan edukasi ini. Saat ini banyak perkebunan atau peternakan yang sekaligus menyediakan jasa wisata kunjung. Jadi kalau memang tidak ada jadwal field trip dari sekolah, Mom dan Dad dapat mengatur play date dengan beberapa sahabat anak untuk berkunjung ke perkebunan atau peternakan.

 

3. Museum atau galeri

 

Dari kunjungan edukasi ini, kreativitas dan minat seni anak dapat terasah, selain mendapat materi lain seperti sejarah dan ilmu budaya. Namun karena benda-benda di museum dan galeri yang sangat berharga, guru atau orangtua harus ekstra memerhatikan dan menjaga tingkah laku anak agar tidak mengganggu atau merusak.

 

4. Rumah teman  

 

Selama dipersiapkan dengan matang dan terarah, kunjungan edukasi tentu semakin berkesan untuk anak. 

Lilies Angreyani
bener banget, kakak banyak bertanya kalo kita berkunjung, mksh infonya
Sri Utami Saroh
setuju dengan kata-kata Tak Perlu Jauh Tak Perlu Mahal . Tempat edukasi biasanya malah membutuhkan biaya yang ringan
Explore More

Etika Kakak Kepada Adiknya dan Sebaliknya

Article- 09 Jan 2015

Cara Tenang Merawat si Buah Hati yang...

Tips & Trick- 27 Nov 2015

6 Aktivitas Seru untuk Keluarga

Article- 06 Jan 2017