Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Manfaat Uang Jajan Bagi Perkembangan Anak

Pada saat anak-anak masih balita, kita rasanya belum direpotkan dengan masalah uang jajan. Anak-anak dengan mudah memakan apa saja yang ada di rumah. Kalaupun anak-anak mau snack atau coklat, kita yang membelinya. Tetapi saat anak-anak sudah mulai besar maka mereka minta disediakan uang jajan. Sebenarnya apalagi yang mau mereka beli di sekolah, dari rumah mereka sudah sarapan, minum susu, dan pergi sekolah juga membawa bekal, jadi apa lagi?

Featured Story

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Harian Ini untuk Jauhkan Anak dari Flu

 

Mungkin terkadang anak-anak tidak membelanjakan uangnya, uang tersebut masih utuh atau digunakan sedikit, lalu dimasukkan kedalam celengan. Kadang uang tersebut tidak dimasukkan kedalam celengan tapi dikumpulkan didalam dompet, suatu waktu mereka ingin sesuatu yang harganya lumayan mahal, seperti membeli topi, komik, mereka tidak minta kepada Mom dan Dad, tapi membeli sendiri.

 

Seorang anak jajan bisa karena ia lapar dan haus atau karena kebiasaan. Dorongan jajan pada anak dapat dibagi 2 :

 

1. Jajan yang merupakan dorongan premier, apabila si anak lapar dan haus, untuk hal tersebut orangtua harus benar-benar mengawasi jajanan apa yang boleh dikonsumsi anak. Karena kita tahu bahwa jajan diluar masih kurang baik ditinjau dari segi kesehatan

 

2. Jajan yang merupakan dorongan sekunder, hal ini terjadi karena suatu kebiasaan orangtua yang membolehkan anaknya untuk jajan, dengan pertimbangan bahwa uang tersebut digunakan untuk jajan yang bukan makanan, seperti membeli stiker, gelang dan mainan murah.

 

Anak usia sekolah atau dikenal istilah middle childhood adalah anak-anak dalam rentang usia 6-12 tahun. Ciri khas pada masa ini adalah mereka mulai memperhatikan dunia luar. Minat anak untuk bermain dengan teman sebaya terlihat sangat besar dan anak mulai mengurangi ketergantungannya dengan orangtua. Orangtua sendiri mulai menyerahkan untuk tinggal lama dengan orang dewasa lain, yaitu guru.

 

Dalam kaitannya dengan tingkah laku jajan, maka bisa kita lihat bahwa dengan memiliki uang jajan, banyak hal yang bisa dipelajari oleh anak, antara lain:

 

1. Anak dilatih untuk menggunakan uang, dilatih untuk mengetahui nilai nominal uang yang secara tidak langsung anak juga belajar berhitung

 

2. Anak dilatih untuk tawar-menawar, yang secara langsung juga mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan orang lain, dan belajar cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain

 

3. Anak belajar merencanakan penggunaan uang yang ada maksudnya adalah dengan memiliki uang jajan anak diajarkan untuk apa uang jajan itu digunakan, apakah dihabiskan semua, apakah ditabung sedikit

 

4. Anak belajar mengontrol emosinya disini maksudnya adalah dengan uang jajan yang ada anak bisa menahan untuk tidak ikut-ikutan temannya jajan dengan menabung sebagian uang jajannya.

 

Uang jajan sebaiknya diberi dalam jumlah yang tidak banyak, disesuaikan dengan umur dan jenjang sekolah anak. Anak akan mudah dan dapat diberitahu bila suatu saat ia tidak diberikan uang jajan, apalagi kalau jajan itu sifatnya hanya ikut-ikutan teman (dorongan sekunder).  Sebaiknya orangtua juga mengawasi anak, dengan menanyakan kepada anak akan dimanfaatkan untuk membeli apa uang jajan yang mereka berikan.

Diah Pramesti
klo mau jajan sisihkan uang sendiri agar anak belajar mengatur keuangan
Vonny Kurniati
mungkin nanti kalau sudah SD ya baru mulai kasih uang jajan
Explore More

Permainan Seru Tidak Harus Mahal

Article- 27 Feb 2017

Waktu yang Tepat untuk Berikan Obat...

Article- 27 Nov 2017

Yuk Libatkan Si Kecil Dalam Bersih-Bersih...

Article- 23 Nov 2017