Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Anak-Anak dan Sikap Antisosial

Dalam memantau perkembangan anak tentunya kita tidak hanya melihat perkembangan anak secara fisik, namun juga secara mental. Setiap anak dilahirkan dengan karakteristik yang berbeda-beda, ada yang mungkin karakteristik atau sifat yang sangat di inginkan orangtua seperti anak yang supel, mandiri, aktif dan lain sebagainya. Sedangkan ada juga beberapa sifat yang sebenarnya kurang disukai oleh orangtua manapun, salah satu contohnya yakni karakteristik anak yang antisosial. Dimana karakteristik ini cenderung melakukan perilaku yang mengganggu masyarakat.  Perilaku antisosial tersebut dapat mencakup perilaku agresif yang dapat menyebabkan kerugian kepada orang lain, melanggar hak-hak dasar orang lain, atau melanggar norma budaya. Termasuk juga anak yang berbohong dan melakukan tindak pencurian.

Featured Story

Apa Saja Isi Kotak P3K?

 

Jika dibandingkan dengan anak normal, anak yang antisosial biasanya tidak memiliki kecemasan atau ketakutan terhadap hukuman. Dan dengan ketidaktakutan terhadap hukuman inilah yang dapat menghambat perkembangan nurani dan moral anak, serta membuat anak merasa bebas untuk melakukan kekerasan dalam menyelesaikan konflik dengan orang lain. Maka dari itu tidak heran jika seorang anak yang antisosial cenderung menderita depresi dan tidak bahagia. Anak-anak biasanya menunjukkan gejala antisosial saat mereka berkembang. Seorang anak yang populer tapi nakal, mungkin menunjukkan gejala antisosial dan prososial sama tingginya. Sementara anak yang pendiam dan pemikir menunjukkan gejala antisosial dan prososial yang rendah.

 

Mengapa seorang anak yang antisosial tidak dapat belajar berperilaku yang sesuai dengan konteks social dan budaya? Karena dalam hal ini anak tersebut cenderung menunjukkan perilaku yang kurang pantas, seperti sering marah, berkata dan berbuat kasar, cemburu yang berlebihan, kurang ajar, dan selalu mencari perhatian. Maka dari itu anak antisosial akan sering melanggar norma. Ekspresi dan tingkah laku dalam meluapkan ekspresi senang atau sedih pada seorang anak haruslah normal atau seperti yang lainnya. Jika ada keanehan, berarti aspek psikologisnya tidak berkembang dengan baik.

 

Alangkah bijaksana jika kita selalu memperhatikan tingkah anak kita. Jika kita mendapati beberapa gejala tersebut pada anak kita, maka sebaiknya ditanggulangi dan diperhatikan sejak dini, agar saat dewasa nanti tidak memiliki karakter yang tidak di inginkan dan akan merugikan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Yeni Setiyawati
Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat
Yeni Setiyawati
Smg anak-anak dapat menjadi pribadimyg baik
Explore More

Jaga Keamanan Anak dan Privasinya,...

Article- 13 Dec 2017

Anak Autis pun Wajib Olahraga, Pilih yang...

Article- 10 Nov 2017

Taman Bermain jadi Tempat Olahraga Seru...

Article- 10 Feb 2018