Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Budaya Mengantri Mengajarkan Anak Tertib dan Disiplin

Salah satu kegiatan yang dapat menjadi contoh agar anak belajar tertib dan disiplin adalah budaya mengantri. Sering kita jumpai beberapa orang yang tidak sabar mengantri dengan menyerobot antrian atau berkeluh sesah dengan suara yang terdengar sehingga menjadi contoh yang kurang baik bagi anak-anak. Sebagai orangtua, kita tentu ingin anak tertib dan menghargai hak orang lain. Untuk itu penting mengajarkan perilaku mengantri kepada anak-anak.

Featured Story

Olahraga Seru Melalui Permainan Tradisional

 

Mengantri sama maknanya dengan bergilir. Mengantri adalah menunggu giliran dengan tertib dan merupakan bagian dari norma sosial dalam hidup bermasyarakat. Perilaku mengantri tidak datang dengan sendirinya, melainkan memerlukan latihan dan pembiasaan dari lingkungan yakni orangtuanya. 

 

Beberapa tips dibawah ini mungkin bisa bermanfaat sebagai panduan orangtua mengajarkan tertib disiplin mengantri kepada anak:

 

1. Lebih baik sebelum mengantri, orangtua menjelaskan lamanya waktu antrian yang mungkin terjadi. Untuk anak usia prasekolah yang belum mampu memahami durasi waktu baik menit maupun jam maka untuk memudahkan pemahaman anak, kita bisa mengatakan sekarang giliran A, lalu B, kemudian gilirannya. Atau bisa juga dengan mengatakan "Tunggu ya kak. Sekarang belum giliranmu, kakak setelah Ibu berbaju biru itu”.

 

2. Memberi contoh langsung kepada anak ketika harus bergiliran, sebaiknya tertib mengantri. Dengan demikian, anak mengetahui bahwa mengantri adalah perilaku baik yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

 

3. Ada kemungkinan anak akan membuat ulah seperti memotong antrian atau tidak mau mengantri. Ketika hal tersebut terjadi tetaplah tenang, hindari menegur anak dengan memarahinya. Sebaliknya orangtua disarankan bersikap hangat, responsif, tapi juga tegas melarang bila anak tidak mau mengantri atau memotong antrian. Dengan demikian, anak mengetahui dan menyadari orangtua tidak marah atau benci, melainkan bersikap konsisten saat mengajarkan perilaku bergiliran.

 

Jangan lupa memberi apresiasi ketika anak berhasil menunggu giliran dengan tertib, “kakak hebat ya tadi, sabar menunggu giliran, Bunda sayang sekali kepada kakak”.

Diah Pramesti
ye, cara yg sederhana belajar disiplin & tertib
Diah Pramesti
yup, contoh langsung lbh mengena
Explore More

Jadikan Tempat Wisata di Indonesia ini...

Article- 10 Nov 2017

Mendisiplinkan Anak Tanpa Emosi

Tips & Trick- 25 Mar 2014

Peran Makanan Sehat Bagi Perkembangan Anak

Article- 06 May 2015