Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Membesarkan Anak Pantang Menyerah

Mom pasti senang melihat tingkah anak Mom yang tampak tiada gentar ketika belajar mengayuh sepeda roda duanya. Namun, tentu ada kalanya pula Mom geregetan saat memperhatikan anak Mom terlihat mudah putus asa ketika menghadapi mainan yang sulit.

Featured Story

Benar Salah Dalam Memberi Hadiah

 

Ya, memang ada kalanya anak begitu semangat terhadap beberapa aktivitas saja. Namun ada pula yang mudah sekali menyerah kala menemukan kesulitan dalam aktivitas apa pun.

 

Umumnya, anak dengan kepribadian mudah putus asa akan kesal, menangis, atau hingga merusak dan membuang mainan yang dianggapnya sulit. Tak jarang, anak ini berteriak dengan maksud memanggil bala bantuan Mom atau pengasuhnya. Tentu disayangkan bila seorang anak tumbuh dengan kepribadian yang enggan bersusah payah atau mau terima beres saja.

 

 

Agar anak Mom tidak telanjur masuk dalam kategori anak yang mudah menyerah, coba lakukan upaya berikut:

  1. Jangan buru-buru memberi bantuan
    Ada hal-hal yang membutuhkan reaksi cepat untuk turun tangan membantu. Seperti bila khawatir anak terjatuh saat belajar naik-turun tangga atau ketika anak mempelajari aktivitas lain yang punya potensi bahaya. Namun, sebetulnya adapula yang mengharuskan Mom untuk membiarkan anak mengatasi masalahnya sendiri. Kesempatan ini penting bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Mom hanya perlu semangati anak Mom untuk terus mencoba.

  2. Beri dukungan atas upayanya
    Bila terlalu sulit, kemungkinan anak tidak mampu menuntaskannya. Alihkan pada kegiatan lain sambil memberi pengertian bahwa ia akan mampu melakukannya setelah lebih besar. Jangan sampai ia putus asa atau tidak percaya diri karena terlalu sering gagal. Lalu, berikan pemahaman juga atas keberhasilannya. Katakan bahwa seandainya saat itu ia putus asa, mungkin bahagia atas keberhasilan seperti ini tak akan rasakan. Dukungan positif sangat bermanfaat untuk memelihara sekaligus membangkitkan kepercayaan diri dan semangatnya.

  3. Ciptakan lingkungan yang mendukung
    Beri kebebasan kepada anak untuk mengembangkan minat dan bakat. Dalam hal ini, peran Mom adalah menelusuri apa saja minat dan bakat anak Mom secara cermat. Sehingga, Mom dapat memberi stimulasi yang tepat. Umumnya anak yang sering melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan bakatnya akan selalu bersemangat dan tak mudah menyerah menghadapi tantangan.

  4. Ikut sertakan anak dalam kompetisi atau lomba
    Persaingan merupakan salah satu pola perilaku di masa kanak-kanak. Ketika Mom melihat ia suka berlomba minum susu dengan kakaknya atau saling membandingkan tinggi badan dengan para sepupu, itu tanda perkembangan psikologisnya sehat. Nah, tugas Mom adalah mengarahkan agar persaingan berlangsung sehat, tanpa campur tangan orang dewasa sehingga mendorong anak meningkatkan keterampilan dan daya juangnya.Yuk, ajak anak mengikuti lomba. Seiring usianya bertambah, Mom dapat mengikutsertakannya pada lomba dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

  5. Beri kasih sayang dan perhatian tanpa memanjakan
    Ini akan membuat anak merasa aman dan tidak ragu untuk terus mengeksplorasi dunia di sekelilingnya, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi rintangan dan tantangan. Sehingga, anak tidak terlalu bergantung pada Mom, tidak malas, dan mampu memahami sekaligus memiliki peningkatan rasa tanggung jawab di setiap rentang usianya.
Yuliana Yoeli
makasih info nya
Explore More

Beberapa Situs Hotel Travel Online

Article- 22 Jul 2013

Mendukung Bakat yang Dimiliki Anak

Tips & Trick- 06 Jan 2017

Si Kecil Belajar Berlibur Secara Mandiri

- 29 Jun 2012