Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Tiga Jenis Penyakit Akibat Perubahan Cuaca

Perubahan cuaca biasanya identik dengan musim sakit. Ini diakibatkan kualitas kebersihan dan daya tahan yang menurun, misalnya di musim penghujan. Virus, bakteri, dan parasit lebih mudah berkembang biak dan menular dalam keadaan lembap atau basah. Nyamuk misalnya, menggunakan media air yang menggenang sebagai perantara. Terlebih lagi bagi anak, yang selain lebih rentan terpapar penyakit, juga memiliki risiko tertular melalui kontak dengan teman sepermainan dan di sekolah. Namun, Mom dan Dad tidak usah khawatir. Dengan bekal informasi yang cukup, kita bisa mencoba mencegahnya, juga lebih siap melakukan tindakan pengobatan. Berikut tiga jenis penyakit yang sering diderita oleh anak di masa pergantian musim.

Featured Story

Jangan Lupakan Buah dalam Kotak Bekal Anak

 

  1. Demam
    Demam pada anak-anak biasanya ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius. Kondisi ini muncul sebagai perlawanan tubuh terhadap infeksi virus, bakteri, atau parasit lainnya. Anak yang tengah demam biasanya akan terlihat lesu, lelah, lemas, rewel serta tidak nafsu makan. Gejala lain yang biasanya turut menyertai demam, misalnya sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan sakit kepala. Demam dapat muncul menyertai penyakit lain yang diderita anak, misalnya infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) maupun diare. Demam berpotensi membuat anak dehidrasi, jadi Mom sebaiknya menjaga asupan cairan serta nutrisi mereka selama demam. Mom bisa merawat anak di rumah dengan memberi kompres air hangat, dan memberinya obat penurun panas seperti paracetamol yang diperoleh di apotek. Jangan lupa untuk selalu mengikuti petunjuk dan aturan pakainya, ya.

  2. Gangguan Pernafasan
    Gangguan pernafasan, biasanya muncul dalam bentuk ISPA. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri, virus, dan mikroba lain yang bisa saja terdapat di sekitar rumah dan di dalam ruangan tempat anak bermain, terutama jika kondisinya lembap akibat hujan. Gejalanya biasanya diawali dengan pilek, demam, sakit tenggorokan, batuk, hingga sesak nafas. Agar terhindar dari ISPA, jagalah kebersihan rumah dan lingkungan tempat bermain ya, Mom. Tingkatkan juga daya tahan tubuh anak dengan mengonsumsi makanan sehat bernutrisi, terutama yang banyak mengandung vitamin C. Jika anak menderita ISPA ringan, Mom masih dapat merawatnya di rumah. Namun, jika tidak sembuh dalam 2-3 hari dan disertai demam hingga 39 derajat, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

  3. Gangguan Pencernaan
    Diare adalah gangguan pencernaan yang berisiko tinggi diderita anak di musim penghujan. Curah hujan yang tinggi seringkali megakibatkan banjir, yang kemudian dapat membawa sampah dan limbah hingga ke pemukiman penduduk dan mencemari sumber air. Limbah tersebut berpotensi besar mengandung bakteri yang dapat menginfeksi usus anak. Oleh karenanya, tetap jaga kualitas makanan dan minuman anak dengan selalu memberinya bekal rumahan dan ajari anak agar tidak jajan sembarangan. Biasakan juga dia menjaga kebersihan anggota badannya, terutama untuk tidak menyentuh area mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, serta rajin mencuci tangan setelah bermain, sebelum makan, dan setelah buang air. Gejala anak terkena diare adalah sakit perut, demam dan BAB yang encer dengan frekuensi lebih dari 3 kali sehari. Anak juga akan terlihat lemas karena dehidrasi. Jika telanjur diare, segera beri pertolongan pertama dengan oralit, dan jaga asupan cairan tubuhnya dengan banyak minum air putih.
Fitriamarieindarto Goodmorning
Iya nih harus tingkatkan daya tahan tubuh si kecil
Vonny Kurniati
thanks tipsnya ya
Explore More

Mengobati Diare pada Anak

Tips & Trick- 23 Dec 2016

Destinasi Liburan di Musim Hujan

Article- 23 Nov 2015

Banyak Manfaat Main di Alam Terbuka,...

Article- 25 Jul 2018