Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Anak Juga Bisa Stres Belajar

 

Featured Story

Waspadai Efek Bahan Pembersih Kimia

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya tumbuh dan memiliki kemampuan lebih. Sengaja atau tidak, orangtua membebani anak dengan harapan ini. Berbagai kursus berubah jadi tuntutan agar anak menguasai banyak hal secara bersamaan. Padahal otak anak yang sedang tumbuh juga memiliki keterbatasan kapasitas. Bila overload dan merasa tak sanggup menyerap pelajaran yang diberikan, anak bisa stres, lho, Mom.

 

 

 

Penyebab dan Gejala Stres

 

Tak perlu buru-buru memasukkan anak ke sekolah kalau memang ia belum siap. Karena untuk belajar di sekolah, anak juga butuh kesiapan mental, tak hanya kesiapan usia dan kecerdasan saja. 

 

 

 

Pilihan sekolah juga akan berpengaruh. Sebaiknya Mom dan Dad mencari tahu dulu apa tujuan utama pendidikan di sekolah tersebut. Hindari sekolah yang menilai keberhasilan anak hanya dari prestasi akademis, karena pengembangan pribadi anak juga penting. Sekolah yang baik biasanya ini tidak melupakan hak anak untuk bermain. Tugas-tugas yang bersifat formal, terbatas dilakukan pada beberapa jam di sekolah. Selebihnya anak diajak untuk bermain luar ruang dan tidak dibebani pekerjaan rumah.

 

 

 

Pada beberapa anak, gejala stres juga bisa terlihat secara fisik, contohnya mengeluh sakit perut dan pusing saat diberi tantangan tugas, berkeringat hebat ketika diminta untuk tampil, atau gatal-gatal seperti alergi saat harus berhadapan dengan orang lain. Ia juga mulai enggan berangkat ke sekolah dan belajar seperti menjadi beban berat yang harus dilakukannya.

 

 

 

Cegah Stres pada Anak

 

Agar anak terhindar dari stres, jangan lupakan ini:

 

1. Saat ia pulang sekolah, tanyakan langsung kepada anak tentang pelajaran-pelajaran di sekolah hari itu.  Mom bisa menilai langsung dari sikap dan ekspresinya lalu memberi perhatian khusus jika ia mulai memperlihatkan tanda-tanda stres.

 

2. Seimbangkan waktu belajarnya dengan waktu bermain. 

 

3. Jaga komunikasi yang sehat dalam keluarga. Kedekatan dibangun dari kualitas komunikasi dengan anak dan anggota keluarga, bukan dari banyaknya waktu yang tersedia.

Lilies Angreyani
makasih banget tips n infonya sangat bermanfaat sekali
Sri Utami Saroh
tidak boleh membebankan anak pada kegiatan belajar yang berlebihan
Explore More

Tips Meningkatkan Perilaku Prososial Pada...

Article- 22 Oct 2014

Ibu Hemat, Ibu Kreatif

Article- 12 Mar 2012

Doodling Competition Ibu & Aku

- 23 Feb 2012