Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Gangguan Pencernaan Karena Salah Makan

Kondisi saluran cerna adalah barometer kesehatan kita, karena di saluran cernalah makanan diproses menjadi zat gizi yang dapat diserap tubuh. Selain itu, fungsi saluran cerna juga ikut menunjang imunitas tubuh dan perkembangan otak yang optimal. Itu sebabnya mengapa gangguan pada saluran cerna dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Featured Story

Bolehkah Anak Bermain Hujan?

 

Alergi makanan

Salah satu gangguan cerna yang cukup sering terjadi pada anak adalah alergi makanan. Reaksi alergi pada makanan tertentu seperti telur, seafood, atau kacang-kacangan bahkan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Reaksi yang ditimbulkan dapat berupa gatal-gatal (utikaria dan dermatitis atopik), diare dan muntah, hingga penyempitan saluran pernapasan.

Untuk menghindari efek yang buruk seperti syok anafilaktik (efek alergi ekstrim yang menyempitkan saluran napas), Mom harus cermat dalam memilih jenis makanan yang aman bagi anak. Ketika anak mulai diberi MPASI (makanan pendamping ASI), cobakanlah secara bertahap berbagai jenis makanan untuk melihat reaksi yang ditimbulkan.

 

Keracunan makanan

Walaupun hal ini jarang terjadi namun efeknya juga cukup membahayakan anak Mom. Kita ketahui bahwa semua makanan mengandung bakteri dalam jumlah kecil. Namun cara penyimpanan maupun pengolahan yang kurang baik dapat meningkatkan jumlah bakteri tersebut dan akhirnya mengganggu saluran cerna ketika makanan dikonsumsi.

Gejala keracunan makanan antara lain adalah: diare, mual, muntah, sakit pertu, dehidrasi, pusing (kadang pingsan), dan detak jantung yang meningkat. Cara mengatasinya adalah dengan banyak minum dan tidak memberikan obat diare karena dapat menghalangi pengeluaran bakteri dari tubuh. Jika kondisi anak Mom cukup mengkhawatirkan dan terlihat tanda-tanda dehidrasi, segeralah bawa ia ke dokter terdekat.

 

Hindari gangguan pencernaan

  1. Sebisa mungkin memasak menggunakan bahan yang segar, bukan makanan kalengan, karena makanan yang diawetkan ini juga dapat menyebabkan botulism (jenis keracunan yang membahayakan).
  2. Selalu menyimpan bahan makanan segar di lemari es dan taruh daging-dagingan di bagian freezer.
  3. Menghindari makanan tertentu yang dapat menimbulkan alergi pada anak.
  4. Cuci bersih semua bahan makanan sebelum diolah.
  5. Selalu mengolah makanan (memasak) dengan cara yang benar sehingga semua bakteri jahat pun akan mati.
Sri Puji Rahmawati
kalau musim puasa gini harus berhati-hati dengan berbagai makanan
Muyasaroh
makanan harus dijaga
Explore More

Apresiasi Kepada Anak Berhubungan dengan...

Article- 02 Sep 2014

Membatasi Kebiasaan Jajan

Article- 18 May 2015

Perkembangan Kecerdasan Logika Anak

Article- 06 Jun 2014