Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Musik dan Emosi Anak

Featured Story

Apakah Si Kecil Sudah Termasuk Anak yang Prososial?

Musik dinilai memberikan banyak manfaat untuk anak  bahkan sejak dia di dalam kandungan Mom. Mulai dari suara detak jantung, desir aliran darah hingga suara dari luar tubuh Mom. Pada tahun pertama kelahirannya, otak bayi berkembang dengan pesat dimana musik menstimulasi perkembangan intelektual dan emosional. Jelang usia 2 tahun, anak sudah mulai bisa bergoyang mengikuti irama musik dan diusia sekolah dasar musik akan menemaninya sepanjang hari. Hingga Mom pun dapat menebak isi hatinya dari pilihan musik yang diperdengarkan.

 

Siegel (1999) seorang ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, juga berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, dimana efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat-sifat manusia yang manusiawi.

 

Rasa empati untuk dapat mendalami perasaan orang lain, adalah fungsi otak kanan sedangkan kemampuan mengerti perasaan orang lain dengan rasio adalah fungsi otak kiri. Kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan manusiawi dengan orang lain merupakan percampuran (blending antara otak kanan dan kiri).

 

Musik mampu menjadi jembatan antara otak kanan dan kiri dan memberikan pengalaman emosional. Dikala anak sering diperdengarkan musik klasik, anak mempunyai rasa simpati serta kasih sayang yang tinggi. Ketika anak mendengar alunan musik yang lembut, anak serasa kembali kepada pengalaman dibuai oleh Ibunya ketika bayi. Sehingga dia menjadi tenang, nyaman dan tentram. Namun ketika mendengar musik "up beat", dia langsung melompat lompat gembira serta bergoyang sesuka hati mengikuti irama musik. Atau ketika anak mendengar musik yang hingar bingar serta keras, anak akan merasa ketakutan. Sehingga dikala anak tantrum, lebih baik Mom melantunkan irama musik lembut agar hatinya menjadi tenang. Dan ketika membangunkan anak di pagi hari untuk sekolah, putarkan musik gembira agar dia segera bangkit dari tempat tidur.



Diah Pramesti
terbersit rasa takjub & seru aja saat mendgr si dd yg 2th sdh bisa bernyanyi...woww...serasa baru kemarin lepas tali pusarnya sekrg sdh bisa meninabobokkan bunda dg nyanyiannya... ^__^
Vonny Kurniati
Nico juga suka sekali bernyanyi, tiap pulang sekolah kalau dia diajarkan lagu baru, pasti dia nyanyikan lagi berulang2 di rumah^^
Explore More

Mendongeng di Kala Hujan

Article- 27 Nov 2015

Aktivitas Asyik untuk Melatih Fisik

Tips & Trick- 07 Oct 2015

Pentingnya Kreativitas Bagi Perkembangan...

Article- 21 Apr 2014