Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Pentingnya Memahami Emosi Anak

Pada suatu ketika Almira anak perempuan yang berumur 7 tahun tiba-tiba menjadi sangat sensitif, gampang marah tetapi cepat kembali menjadi ramah. Bisa suatu ketika Almira marah hanya karena hal kecil yang membuatnya tersinggung, lalu dia berlari masuk kamar dengan membanting pintu. Pastinya Mom akan terkejut dan ingin langsung memarahinya. Namun lebih baik Mom menahan emosi dan menunggu hingga emosinya reda baru menegurnya. Bertanya apa ya yang terjadi lalu mencari solusi untuk kemarahannya.

Featured Story

Mom, Kenapa Aku Harus Belajar?

 

Pada dasarnya anak dan remaja lebih dikendalikan oleh emosi-emosi mereka daripada pemikiran rasional dan logis. Emosi ini menjelaskan mengapa anak dan remaja berperilaku demikian, termasuk pada perilaku yang merusak diri sendiri. Jadi jika kita ingin memotivasi mereka, sebaiknya Mom pahami lebih dulu emosi yang mengendalikan mereka dan memanfaatkannya untuk mengarahkan perilaku dan pemikiran yang lebih positif.

 

Adapun kebutuhan emosional anak adalah :

1. Kebutuhan akan rasa aman

    Apa yang menyebabkan kebutuhan akan rasa aman tidak terpenuhi?

    • Membandingkan anak dengan saudara atau orang lain

    • Mengkritik dan mencari kesalahan

    • Kekerasan fisik dan verbal


2. Kebutuhan akan pengakuan (merasa penting) dan diterima atau dicintai

Ketika Mom mengakui pentingnya keberadaan anak, perkembangan emosinya menjadi positif. Namun ketika Mom menyepelekan kehadiran anak, maka dia akan merasa kecil terus dan kurang kasih sayang. Semakin rasa pengakuan ini tidak dia dapatkan di rumah, maka anak akan mencarinya di luar rumah dengan berbagai cara di berbagai tempat


3. Kebutuhan untuk mengontrol (merasa mandiri atau keinginan untuk mengontrol) 

Dalam diri anak ada rasa ingin menjadi cepat dewasa dan memberontak. Lihat saja kelakuan anak 1,5 tahun yang begitu tertarik kepada gadget Mom atau berjalan dengan sepatu tinggi Mom. Dan semakin beranjak besar dia pun ingin mandiri menentukan apa yang dia mau. Mulai dari selera berpakaian, makanan hingga mau melakukan apa di waktu yang kurang tepat. Sepulang sekolah, anak tidak mau berganti pakaian rumah malah leyeh-leyeh hingga Maghrib dengan baju sekolah. Atau diminta mandi, malah kabur main ke rumah tetangga. Jiwa berontak pun sudah mulai tumbuh di usia sekolah.

 

Orangtua cerdas, tidak kehabisan akal. Bagaimana caranya memberikan arahan agar anak mau mendengar orangtua? Gunakan komunikasi yang tidak bermaksud memaksa anak dengan nasihat kita. Buatlah seakan-akan mereka belajar dan bekerja keras untuk diri mereka sendiri bukan untuk kita. Mereka akan lebih bersemangat dan termotivasi dengan cara seperti itu. Dan yang terpenting adalah memenuhi tangki cinta anak kita setiap hari dan memastikan selalu penuh saat bangun anak bangun tidur dan menjelang tidur. Dengan begitu anak tahu siapa yang paling mengerti dan sayang, serta kepada siapa dia akan datang pada saat membutuhkan seseorang untuk mendengar, yaitu kita orangtuanya.

 

Rasa nyaman pada anak akan tumbuh dengan bahasa cinta yang lancar dan saling mengisi antara Mom dan anak seperti dalam buku “Lima Bahasa Cinta” menurut Dr.Gary Chapman. Mengenai bahasa cinta ini, Mom dapat melihat pada artikel “BAHASA CINTA Mom dan Si Kecil & Bagaimana Cara Mempraktekkannya” (http://bit.ly/1nVFg8w).

 

Sebaiknya orangtua meluangkan waktu untuk beraktivitas bersama anak anaknya, dan juga memberikan kontrol dan mengawasinya dengan kasih sayang.

 

Stefani Arman
Trims infonya Min :)
Ramlah
Pujian di saat melakukan hal baik, dan nasehat saat melakukan salah
Explore More

Bahaya Gadget untuk Kesehatan Anak

Article- 13 Dec 2017

Melatih Mengontrol Emosi Melalui Puasa

Article- 06 Aug 2013

Aplikasi Seru dan Edukatif

Article- 13 Apr 2015