Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Cara Mudah Menghadapi Anak Pendiam

Mom mungkin kerap merasa kebingungan untuk mengatasi anak Mom yang punya sifat pendiam. Dalam berbagai aktivitas ia hanya diam dan maunya nempel saja dengan Mom. Jika membiarkan sifat pendiamnya, mungkin juga muncul kekhawatiran di benak Mom. Takut anak Mom tak bisa komunikatif dan mandiri, serta cenderung minder.

Featured Story

Menumbuhkan Empati dan Toleransi Anak

Tenang, Mom. Ada berbagai cara mudah, kok , yang bisa Mom lakukan untuk mendorong anak mengatasi sifat pendiamnya, antara lain:

  1. Lakukan persiapan

    Sebelum bertemu orang baru, berikan sedikit gambaran tentang siapa saja yang akan ia temui dan seperti apa mereka. Dengan cara itu, orang-orang baru tersebut tidak akan menjadi orang yang sama sekali asing baginya.

  2. Jangan memaksa

    Setiap paksaan akan membuatnya semakin menarik diri. Jadi, sebaiknya Mom membujuknya dengan lembut. Tapi, kalau rasa malunya sudah mempengaruhi kemampuan belajar atau bertemannya, coba konsultasikan pada psikolog anak.

  3. Hindari membentak anak

    Sebaiknya Mom menghindari membentak anak. Karena ia malah bisa tumbuh menjadi anak yang minder dan takut mencoba hal baru, tidak percaya diri, pemarah dan egois, suka membantah, serta tidak peduli terhadap lingkungan. Hindari mendisplinkan tanpa kasih sayang, lewat teriakan, atau makian.

  4. Bangkitkan kepercayaan dirinya

    Yuk, ajak anak Mom jalan-jalan. Aktivitas ini memberikan kesempatan untuk menambah wawasan. Dengan banyaknya wawasan, anak Mom punya banyak topik menarik untuk dibahas bersama teman atau saudaranya. Ini sangat bagus pengaruhnya terhadap pembentukan karakter anak agar lebih percaya diri. Selain itu, pupuklah kelebihan anak dan selalu berikan dukungan terhadap bermacam aktivitas positif yang disukainya.

  5. Berikan penilaian secara obyektif

    Usahakan untuk membuat anak dapat menilai dirinya secara objektif. Sehingga anak sadar bahwa setiap manusia punya kelebihan dan kelemahan. Lalu, ajak juga anak untuk mengenali kelebihan dan kelemahannya tersebut. Misalnya dengan memberikan pujian ketika dia berhasil mengerjakan suatu hal dengan baik. Atau memberikan argumen positif terhadap kekurangannya, bukan dengan selalu membombardirnya dengan pujian walau Mom tahu bahwa penilaian tersebut tidak obyektif.

  6. Beri semangat

    Berikan anak Mom penguatan dengan mengucapkan banyak kalimat positif. Dengan begitu, kepercayaan dirinya akan tumbuh lebih tinggi daripada rasa takutnya. Supaya dampaknya lebih efektif, contohkan bagaimana Mom mengatasi rasa takut, misal terhadap aktivitas berenang, bersepeda, ke dokter, dan berbagai hal lainnya.

  7. Dorong kemandirian anak

    Mungkin perilaku malu-malunya disebabkan karena anak Mom terlalu mendapat proteksi yang besar. Bila seperti ini, cobalah berikan kesempatan baginya untuk mandiri. Sehingga ia tak selalu bergantung kepada Mom atau pengasuhnya. Mulai dari hal kecil, seperti mengizinkannya memesan makanan yang ia inginkan di restoran atau membiarkan ia menunjukkan kemampuannya. Perlahan, kesempatan untuk mandiri akan mendorong anak Mom untuk berani mengambil risiko ketika berteman dan bermain.

  8. Jangan patah semangat

    Segala hal yang telah Mom coba lakukan mungkin tak berjalan mulus. Walau begitu Mom jangan mudah putus asa. Jika sesudah mencoba, dia tetap menolak, turuti permintaannya. Tapi, jangan patah semangat untuk terus melakukan hal di atas sampai anak Mom terbiasa berinteraksi dengan orang lain.

Hindari bereaksi berlebihan atau malah menghukum bila anak malu. Reaksi seperti itu malah akan membuat anak makin merasa tertekan dan semakin malu. Intinya, lakukan perlahan, dengan sabar dan pantang menyerah, ya, Mom.

Sri Maryati
Tips yang bagus
Yuliana Yoeli
makasih info nya
Explore More

Pola Asuh Bagi Anak Cerdas Istimewa

Article- 16 Mar 2015

Waktu yang Tepat untuk Berikan Obat...

Article- 27 Nov 2017

Tips Mengembangkan Nalar Anak Sedari Dini

Tips & Trick- 21 Apr 2014