Hi Mom!
Login/Register di sini
Menu
Home Tentang Kami Ruang Anak Ruang Mom Loyalty Program Berita

Melatih Anak Untuk Menyelesaikan Masalah Dengan Kepala Dingin

Anak, emosi, tantrum dan bermain adalah hal yang saling berkaitan. Namun jika anak tidak dibiasakan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, sampai kapan mom akan terus interupsi dan membela kepentingan anak? Toh tidak selamanya mom bisa mengikuti anak kemanapun. Lebih baik membiarkan dia bergaul dengan siapa saja, dan bekali anak ilmu menyelesaikan masalah dengan bijak.

Featured Story

Mom, Kenapa Aku Harus Belajar?

 

Melatih anak untuk menyelesaikan masalah, juga sekaligus membantu anak melatih  mengontrol emosi dan amarah. Walau hati Sherly kesal karena setiap bermain, Shanti selalu merebut mainannya, namun Sherly yakin Shanti hanya mencari perhatian dirinya. Jadi Sherly memilih untuk mencari teman lain dan bermain secara berkelompok secara adil dan bergantian. Baginya meladeni Shanti tidak akan ada habisnya. Bagaimana Sherly bisa bersikap bijak seperti itu di usianya yang belum 5 tahun? Hal ini karena mom dan dad selalu mengajak dia diskusi. Memperlihatkan akibat dari perkelahian setiap nonton berita di TV atau ketika menjenguk orang sakit di rumah sakit, mom dan dad memperlihatkan Sherly luka yang bisa terjadi karena berkelahi. Mom dan dad suka menasehati Sherly, bahwa tidak semua masalah akan selesai dengan emosi. Kita pun bisa membela diri tanpa perlu berkelahi fisik ataupun mulut. Namun lebih baik kita meninggalkan teman yang tidak baik dan mencari teman yang baik. Mama berpesan "Jika dia terus menyakiti kamu, langsung kamu lari dan tinggalkan dia . Lalu kamu lapor kepada bu guru atau petugas di kantor sekolah tentang perbuatan teman kamu." Disinilah rasa empati dan simpati serta kedewasaan anak dibutuhkan dalam menjalin persahabatan dengan teman sepermainan yang kurang menyenangkan.

 

Jika masalah timbul dengan anak tetangga, coba mom cari tahu permainan apa yang sering menyebabkan mereka bertengkar atau rebutan. Jika anak terlihat mulai ribut, coba lerai mereka dengan memberikan giliran bermain. Siapa yang dapat bermain 10 menit pertama dan 10 menit berikutnya. Jika hal ini tidak mujarab juga, lebih baik minta anak untuk menyimpan permainan yang sering menjadi penyebab konflik dengan teman nya. Semoga dengan begini, konflik tidak sering terjadi.

Vonny Kurniati
Bagus sekali infonya^^
Bundanya Thyan
Kalo lagi marah biarkan dulu melepas emosinya...nanti kalo sdh adem baru deh ditanya knp?
Explore More

Mengistimewakan Setiap Anak

Article- 17 Sep 2014

Resolusi Sehat untuk Sang Buah Hati

Article- 16 Dec 2015

Imunisasi Anak Usia Sekolah

Article- 24 Mar 2015